Bergerak Lebih Dari 3 Kali, Apakah Membatalkan Sholat?

Tags

, ,

Sebelumnya kita perlu mempertegas bahwa yang dimaksud gerakan dalam pembahasan ini adalah gerakan yang bukan termasuk gerakan shalat.

Terdapat banyak dalil yang menunjukkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan gerakan yang bukan termasuk gerakan shalat, seperti menggendong cucu beliau, memindahkan orang, melepas sandal, membukakan pintu, bergerak maju, dan yang lainnya. Berikut beberapa riwayat tersebut, Continue reading

Takbiratul Ihrom

Tags

, ,

Seseorang mengangkat kedua tangannya dan mengucapkan ‘Allahu Akbar‘ ketika memulai shalat, ini dinamakan takbiratul ihram. Takbiratul ihram termasuk rukun shalat, shalat tidak sah tanpanya. Dalil bahwa takbiratul ihram adalah rukun shalat adalah hadits yang dikenal sebagai hadits al musi’ shalatuhu, yaitu tentang seorang shahabat yang belum paham cara shalat, hingga setelah ia shalat Nabi bersabda kepadanya: Continue reading

Kekeliruan Perihal Waktu Imsak

Tags

, , ,

bismillah

imsakAssalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Penggunaan istilah ‘imsak‘ yang kita kenal sekarang ini sebenarnya kurang tepat, sebab makna imsak sesungguhnya adalah menahan diri dari makan, minum dan hal-hal yang membatalkan puasa. Bukan persiapan untuk memulai puasa beberapa menit menjelang masuknya waktu shubuh.

Syaikh ‘Abdul Aziz bin ‘Abdillah bin Baz –pernah menjabat sebagai ketua Al Lajnah Ad Da-imah (Komisi fatwa di Saudi Arabia)- pernah ditanya, “Beberapa organisasi dan yayasan membagi-bagikan Jadwal Imsakiyah di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Jadwal ini khusus berisi waktu-waktu shalat. Namun dalam jadwal tersebut ditetapkan bahwa waktu imsak (menahan diri dari makan dan minum, -pen) adalah 15 menit sebelum adzan shubuh. Apakah seperti ini memiliki dasar dalam ajaran Islam?” Continue reading

Muntah Saat Berpuasa di Bulan Ramadhan

Tags

, , , ,

download (1)Assalamu’alaikum..

Saya pernah muntah di siang hari bulan Ramadhan, apakah puasa saya batal?

Umumnya para ulama sepakat bahwa muntah yang di luar kesengajaan itu tidak membatalkan puasa. Yang membatalkan puasa adalah muntah yang disengaja.

Misalnya seseorang memasukkan jarinya saat berpuasa, sehingga mengakibatkan dirinya muntah, maka hal itu akan membatalkan puasanya.

Sedangkan bila karena suatu hal yang tidak bisa dihindari, kemudian muntah, tidak batal puasanya. Misalnya karena sakit, mual, pusing atau karena naik kendaraan lalu mabuk dan muntah, maka muntah yang seperti itu tidak termasuk kategori yang membatalkan puasa.

Dalil atas hal ini adalah beberapa riwayat dari Rasulullah SAW:

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ مَنْ ذَرَعَهُ اَلْقَيْءُ فَلَا قَضَاءَ عَلَيْهِ, وَمَنْ اسْتَقَاءَ فَعَلَيْهِ اَلْقَضَاءُ رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ

Dari Abi Hurairah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang terpaksa muntah, maka tidak wajib mengqadha’ puasanya. Sedangkan siapa yang sengaja muntah, maka wajib mengqadha’ puasanya.” (HR Khamsah)

Perbedaan Pendapat

Namun ternyata ada juga pihak yang berbeda pendapat. Mereka mengatakan bahwa semua bentuk muntah justru tidak membatalkan puasa.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Imam Malik, Rabi’ah dan Al-Hadi, bahwa mereka berpendapat bahwa muntah itu tidak membatalkan puasa secara mutlak. Baik disengaja maupun tidak disengaja.

Hujjah mereka adalah riwayat berikut ini:

Tiga perkara yang tidak membatalkan puasa: [1] muntah, [2] hijamah (bekam) dan [3] ihtilam (mimpi basah). (HR Tirmizy dan Al-Baihaqi)

Namun hadits ini selain dhaif juga masih terlalu umum. Kalau hadits ini menyebutkan bahwa muntah itu tidak menyebabkan batalnya puasa, memang benar. Akan tetapi muntah itu ada dua macam, yang tidak disengaja dan yang disengaja.

Kalau yang dimaksud oleh hadits ini tentang muntah adalah muntah yang tidak disengaja, maka esensi hadits ini sudah benar. Akan tetapi kalau segala macam muntah tidak membatalkan puasa, maka hal itu tidak benar, sebab ada hadits yang lebih shahih yang menegaskan bahwa muntah yang disengaja itu membatalkan puasa.

Hadits ini lebih umum sedangkan hadits sebelumnnya lebih khusus, maka yang lebih khusus dikedepankan dari pada yang bersifat umum.

Sehingga dalam hal ini yang lebih tepat adalah pendapat jumhur ulama yang mengatakan bahwa muntah yang disengaja membatalkan puasa, sedangkan yang tidak disengaja tidak membatalkan puasa.

Wallahu a’lam bishshawab,

Sumber : http://www.eramuslim.com/puasa/muntah-atau-sengaja-muntah-batalkah-puasa.htm#.U8iRMJSSwsA

http://www.konsultasisyariah.com/muntah-saat-puasa/

Pentingnya Mendahulukan yang Kanan Daripada yang Kiri

Untuk perkara yang baik-baik, hendaklah mendahulukan yang kanan. Berbeda ketika melepas sesuatu atau memulai sesuatu yang jelek, maka hendaknya dimulai dari yang kiri. Inilah di antara adab yang diajarkan dalam agama kita, Islam.

Dari Aisyah radhiallahu anha dia berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam suka memulai dari sebelah kanan saat mengenakan sandal, menyisir rambut, bersuci, & dalam seluruh aktifitas beliau.” (HR. Al-Bukhari no. 5926 & Muslim no. 268)

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا انْتَعَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيَمِينِ وَإِذَا نَزَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالشِّمَالِ لِيَكُنْ الْيُمْنَى أَوَّلَهُمَا تُنْعَلُ وَآخِرَهُمَا تُنْزَعُ

“Apabila salah seorang dari kalian memakai sandal, hendaknya memulai dengan yang kanan, & apabila dia melepas hendaknya mulai dengan yang kiri. Hendaknya yang kanan pertama kali mengenakan sandal dan yang terakhir melepasnya.” (HR. Al-Bukhari no. 5856 & Muslim no. 2097)

Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِلَبَنٍ قَدْ شِيبَ بِمَاءٍ وَعَنْ يَمِينِهِ أَعْرَابِيٌّ وَعَنْ يَسَارِهِ أَبُو بَكْرٍ فَشَرِبَ ثُمَّ أَعْطَى الْأَعْرَابِيَّ وَقَالَ الْأَيْمَنَ فَالْأَيْمَنَ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diberi minum susu campur air, sementara di sebelah kanan beliau ada seorang badui dan di sebelah kiri beliau ada Abu Bakr. Maka beliau minum kemudian beliau berikan (sisanya) kepada orang badui tersebut. Beliau bersabda: “Hendaknya dimulai dari sebelah kanan dahulu dan seterusnya.” (HR. Al-Bukhari no. 5619 & Muslim no. 29029)

Dari Abdullah bin ‘Umar radhiallahu anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ

“Jika seseorang di antara kalian makan, maka hendaknya dia makan dengan tangan kanannya. Jika dia minum maka hendaknya juga minum dengan tangan kanannya. Karena setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya pula.” (HR. Muslim no. 3764)
Kaedah Mendahulukan yang Kanan

Kaedah dalam masalah mendahulukan yang kanan telah disebutkan oleh Imam Nawawi sebelumnya. Beliau rahimahullah mengatakan, “Mendahulukan yang kanan adalah ketika melakukan sesuatu yang mulia (pekerjaan yang baik), yaitu saat menggunakan pakaian, celana, sepatu, masuk masjid, bersiwak, bercelak, memotong kuku, memendekkan kumis, menyisir rambut, mencabut bulu ketiak, mencukur rambut, memberi salam dalam shalat, mencuci anggota wudhu, keluar kamar mandi, makan, minum, bersalaman, mengusap hajar Aswad, atau perkara baik semisal itu, maka disunnahkan mendahulukan yang kanan.

Sedangkan kebalikan dari hal tadi seperti masuk kamar mandi, keluar dari masjid, membuang ingus, istinja’ (cebok), melepas baju, celana dan sepatu, dan semisal itu disunnahkan mendahulukan yang kiri.

Ini semua dikarenakan mulianya bagian kanan dari yang kiri. Wallahu a’lam. Para ulama pun sepakat bahwa mendahulukan yang kanan dari yang kiri ketika membasuh tangan dan kaki saat wudhu adalah sunnah. Jika seseorang luput dari mendahulukan yang kanan, maka ia luput dari keutamaan, namun wudhunya tetap sah. Sedangkan kaum Syi’ahmengatakan bahwa wajib mendahulukan yang kanan (bukan sunnah). Namun pendapat mereka tidak perlu ditoleh.” (Syarh Shahih Muslim, 3: 143).

Yang disimpulkan Ibnu Hajar dari perkataan Imam Nawawi, mendahulukan yang kanan adalah dalam perkara mulia (baik) dan dalam hal berhias diri. Sedangkan sebaliknya, didahulukan yang kiri. Lihat Syarh Shahih Muslim, 1: 270.

Syaikh ‘Abdurrahman As Sa’di rahimahullah berkata, “Disunnahkan mendahulukan yang kanan saat memakai dan yang kiri saat melepas.” (Syarh ‘Umdatul Ahkam, hal. 52). Wallahu a’lam

wudhu sesuai sunnah 2

Pembatal-pembatal wudlu

Jika terdapat salah satu dari pembatal-pembatal berikut maka seseorang telah batal wudlunya. Pembatal-pembatal tersebut yaitu :

a. Segala yang keluar dari dua jalan (qubul dan dubur). Dan yang termasuk dalam hal ini ialah :

 Buang air besar dan buang air kecil, dalilnya

Firman Allah ta’ala:

أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ

Atau salah seorang diantara kalian buang air besar

Dan sabda Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

وَلَكِنْ مِنْ غَائِطٍ وَبَوْلٍ وَنَوْمٍ

Tetapi karena buang air besar dan buang air kecil dan tidur (Hadits hasan, irwaul golil no 106)

 Buang angin, dalilnya :

Dari hadits Abdullah bin Zaid bahwasanya diadukan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ada seorang yang dikhayalkan bahwasanya dia mendapatkan sesuatu (merasa telah buang angin) dalam sholatnya, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لاَ يَنْصَرِفْ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَ رِيْحًا

Janganlah dia berpaling (keluar .dari sholatnya) sampai dia mendengar bunyi (kentut)nya atau sampai dia mencium baunya (Hadits shohih riwayat Bukhori dan Muslim)

Demikian pula ketika Abu Huroiroh ditanya oleh seorang laki-laki dari Hadromaut: “Apakah yang dimaksud dengan hadats wahai Abu Huroiroh?”(yaitu hadats yang disebutkan dalam hadits :”Sesungguhnya Allah tidak akan menerima sholat seorang dari kalian jika dia berhadats hingga dia berwudlu”-pent). Maka Abu Huroiroh berkata : فُسَاءُ (Kentut yang tidak bersuara) dan ضَرَّاطٌ (kentut yang bersuara). (Diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim) Continue reading

Cara Mengatasi USB Devices Not Recognized

3200770_20120921102329

Mungkin pernah melihat pesan error seperti di atas dan mengalami hal seperti berikut..

Ketika sedang bekerja dengan perangkat USB, entah itu printer, flashdisk atau harddisk. Tiba-tiba tanpa hardware tersebut tidak berfungsi.

Anda mendapatkan pesan error “USB Device Not Recognized” tiap kali agan memasukkan kembali device tersebut ke port USB. Apa yang terjadi?

Ada beberapa jawaban yang bervariatif. TS sudah menyusunnya berikut solusi masalah masing-masing. Agan bisa memilih sesuai dengan kemungkinan terdekat dengan kasus yang agan alami.
Quote:
Permasalahan yang menyangkut pesan error ‘USB Not Recognized‘ adalah sebagai berikut:

1. Permasalahan Paling Umum
Device/Perangkat yang sedang agan pakai termasuk dalam perangkat yang rawan terhadap perubahan arus listrik dan gangguan listrik statis. Salah satu device yang sering mengalami hal ini adalah USB Flashdisk. Jika ada kebocoran arus sedikit saja dalam casing yang kemudian menjalar ke flashdisk, bisa jadi menyebabkan flashdisk mengalami malfungsi. Begitu pula jika tanpa diduga ada pengaruh dari listrik statis pada lingkungan di seputar terminal USB. Hal ini diperburuk dengan kualitas casing komputer yang kebanyakan beredar di Indonesia seringkali tidak memenuhi standar keamanan grounding listrik.
Solusi:

Bebaskan CPU dari arus listrik apapun selama beberapa saat. Matikan komputer, cabut perangkat USB Anda berikut semua kabel power yang masuk ke CPU dan Monitor. Tunggu 20 hingga 30 menit kemudian nyalakan seperti biasa. Untuk sebagian besar kasus, cara ini terbukti ampuh. Terkadang port USB yang longgar juga bisa jadi sebab gagalnya deteksi hardware USB.
Jika masih belum terdeteksi, gunakan Device Manager untuk melakukan scan guna menemukan hardware baru atau informasi perubahan hardware. Untuk melakukannya, Klik Start > Run > Ketik “devmgmt.msc” (tanpa tanda kutip) [OK].

Dari Menu Action, pilih “Scan for Hardware Changes“. Pilihan ini akan mengaktifkan deteksi hardware Windows untuk menemukan perangkat yang baru diinstall. Setelah selesai, tutup semua Device Manager dan Control Panel. Perhatikan apakah perangkat USB sudah berhasil dideteksi.
Jika cara tersebut tidak berhasil, coba langkah berikut:
Disable fasilitas Power Management of the USB hub. Untuk melakukannya, ikuti langkah berikut:
Quote:
Klik Start > Run > Ketik “devmgmt.msc” (tanpa tanda kutip) dan akhiri dengan [OK].

Tampilkan semua entri pada bagian Universal Serial Bus Controller, kemudian ikuti langkah berikut untuk tiap USB Root Hub yang tersedia.
– Klik kanan USB Root Hub > Klik Properties
– Klik Tab Power Management
– Klik untuk menghilangkan pilihan pada check box “Allow the computer to turn off this device to save power“, akhiri dengan [OK].
usb-not-recognized-device-manager

2. Terjadi kesalahan Instalasi driver
Saat perangkat USB ditancapkan ke komputer (bahkan mungkin saat proses instalasi otomatis) driver USB tidak terinstall dengan baik dan justru mengakibatkan kerusakan fatal pada driver-driver USB lain.
Solusi:
Hilangkan semua device yang tersembunyi di Device Manager dengan cara sebagai berikut:
1. Klik Start > Run > Ketik CMD [OK],
2. Ketik “set DEVMGR_SHOW_DETAILS=1?” (tanpa tanda kutip) dan akhiri dengan ENTER.
3. Ketik “set DEVMGR_SHOW_NONPRESENT_DEVICES=1?” (tanpa tanda kutip) dan akhiri dengan ENTER.
4. Ketik “start devmgmt.msc” (tanpa tanda kutip) dan akhiri dengan ENTER.
5. Klik menu View > Show Hidden Devices.
6. Pada panel sebelah kiri, Klik tanda “+” untuk melihat isi Imaging devices, Unknown Devices dan USB Devices.
7. Apakah agan menemukan USB Devices dan Unknown Devices (termasuk yang berwarna abu-abu)? Jika iya, Klik Kanan > Uninstall.
3. Perangkat USB sebelumnya berjalan Normal Kemudian tiba-tiba Tidak ada respon tanpa sebab yang jelas

Solusi:
Lakukan langkah berikut ini:
A) Hapus semua file oem*.inf dengan cara:
1. Klik Start > Run > Ketik “cmd” (tanpa tanda kutip)
2. Dalam Command Line ketik baris perintah berikut (tanpa tanda kutip) dan akhiri dengan [ENTER] pada tiap akhir perintah:

Quote:
“cd \windows\inf” [ENTER]
“ren infcache.1 *.old” [ENTER]
“ren oem*.inf *.old” [ENTER]
“del C:\windows\setupapi.log” [ENTER]

B) Hapus semua entri registri dalam HKEY_LOCAL_MACHINE/Enum/USB yang dimulai dengan VID
Dengan menghapus entri VID dari registri, PC akan mendeteksi ulang hardware dan melakukan Restart.
Perhatian: Jika agan menggunakan keyboard atau mouse USB, jangan hapus entri VID untuk perangkat tersebut karena bisa mengakibatkan Windows melakukan Restart dengan benar. Ikuti langkah berikut ini:
1. Klik Start > Run > Ketik “regedit” [ENTER] (tanpa tanda kutip) Selanjutnya Registry Editor akan muncul.
2. Masuk ke bagian HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlSet\Enum\USB.
3. Pilih dan hapus semua entri VID_….

Usb-not-recognized-vid-regedit
Jika agan mengalami masalah saat menghapus registri ini, mungkin Windows masih membatasi Permissions agar VID_ tidak terhapus. Atasi dengan cara berikut:
a) Klik kanan pada Key yang akan dihapus > Pilih Permissions. Selanjutnya Window Permissions for The VID_… akan muncul.
b) Pilih semua check box dalam sesi Group atau Usename, pilih Allow pada Full Control.
c) Klik Apply dan akhiri dengan [OK]

4. Matikan komputer.
C) Hubungkan kembali perangkat USB ke PC
1. Dengan kondisi komputer sedang mati, tancapkan perangkat USB pada port USB.
2. Restart Komputer.
3. Window ‘A New Hardware Detected’ akan muncul dan mendeteksi ulang hardware Anda.
4. Perangkat USB sejak Awal tidak terdeteksi dan berfungsi normal atau sebenarnya berfungsi namun di tengah-tengah proses Anda mendapatkan pesan “USB Device has Malfunctioned“.

Solusi:
1. Coba gunakan Kabel USB yang lebih pendek ukurannya.
2. Coba tancapkan perangkat USB ke port USB PC di bagian belakang. Terkadang port USB di bagian depan PC kekurangan catu daya sehingga menyebabkan perangkat mengalami error
3. Sejumlah perangkat USB 2.0 tidak kompatibel dengan port USB 1.1. Cobalah secara bergantian di port USB 1.1 dan USB 2.0 untuk mengetahui apakah ini yang jadi masalah.
4. Coba downgrade semua Port USB dari versi 2.0 ke 1.1, Agan dapat mengubah setting ini lewat BIOS.
5. Jika tetap gagal, cobalah perangkat USB tersebut di komputer lain. Dengan begitu agan bisa tahu mana yang jadi biang keladinya, perangkat USB atau port USB Anda.

http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016555497/tipscara-mengatasi-usb-devices-not-recognized/

Shalat Dhuha

Tags

, , , , , , , , ,

Sunnahnya Shalat Dhuha

Mengenai pensyari’atan shalat Dhuha disebutkan dalam firman Allah Ta’ala,

يُسَبِّحْنَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِشْرَاقِ

“Mereka bertasbih di waktu petang dan pagi” (QS. Shaad: 18). Kata Ibnu ‘Abbas, yang dimaksud isyroq di sini adalah shalat Dhuha. (Lihat Kifayatul Akhyar, hal. 84) Continue reading

Adzan Jum’at Dua Kali

Tags

, , , ,

Adzan jum’at dua kali memang ada dasarnya, yakni sebuah atsar Utsman bin Affan -radhiallohu anhu-. Berikut ini kami bawakan secara lengkap atsar tersebut, sebagaimana yang telah dibawakan oleh Syaikh al-Albani -rahimahullah- pada kitab al-Ajwibah an-Nafi’ah ‘an As`ilah Lajnah Masjid al-Jami’ah, hlm. 8-9. Continue reading

MEMBANGUN MAHLIGAI CINTA BERSAMAMU ,,

Tags

, , , ,

Bismillahirrahmanirrahim..

Ketika ALLAH menyibakkan Tabir Taqdir_NYA untukmu,
Ketika ALLAH pertemukan dua hati yang menyatu…

Dialah orang yang belum pernah membayang di setiap anganmu,
Dialah orang yang belum pernah hadir di setiap mimpi2mu,
Dan dialah yang belum pernah engkau tahu jauh sebelumnya.

Ingatlah !!
Bukan dia yang sengaja memilih dirimu,
Bukan dirimu yang sengaja memilihnya,
Namun ALLAH lah yang telah mempersiapkan jauh2 hari sebelum kita terlahir dimuka bumi ini.

ALLAH lah yang sengaja memilihkan untukmu,Sudah berapa banyak orang lain yang telah kau tolak atau sudah berapa banyak orang yang telah menolakmu…

Jika engkau tahu itu adalah pilihan_NYA, Maka jangan pernah ada ragu dan Yakinlah dia adalah pilihan terbaik untukmu,pilihan_NYA.

Lihatlah…!!
Betapa dalamnya lautan dan luasnya Samudra terbentang,
Seperti itulah dalamnya kamu mencintainya..

Walaupun dia bukanlah seseorang yang sempurna bagimu namun cintailah dia dengan sempurna.
Kesempurnaan itu akan hadir disaat kita ikhlas menerima segala kekurangannya.
Sehingga tiada niat untuk berpaling dan menggantikan dirinya dengan yang lain.

Engkau juga lihat betapa tingginya langit yang di junjung.
Seperti itulah tingginya kau menghargai dan memahami akan dirinya.

Betapa kagumnya kita melihat indahnya gunung,Namun butuh perjuangan dengan berbagai hambatan menuju puncaknya.
Seperti itulah dirimu bersamanya penuh dengan perjuangan.

Tak selamanya kebahagiaan di ukir dengan Intan dan Permata namun adakalanya ada duri dan tanjakan yang menghadang.

Tak selamanya kebahagiaan berhias canda dan tawa adakalanya harus di basuh dengan air mata.

Apabila bahtera mu jenuh dan kau tak suka dengan bagian sisinya,
Maka janganlah kau rusak dan hancurkan kapalnya, Sehingga bahtera dikaramkan.

Pada saat itulah di minta kebesaran hatimu untuk memperbaikinya dan saling bergandengan tangan bukan berlepas tangan.

Bawalah bahtera rumah tanggamu berdermaga menuju Syurga_NYA di bawah bendera panji Syari’at_NYA.

Semoga Sakinah Mawaddah wa Rahmah bersamanya…Aamiin Allahumma ya Allah ya Rabbal ‘alamiin..

 

Facebook – sebelum engkau halal bagiku