Tags

,

Kiat pertama dalam mencetak anak Shalih :

MENDIDIK ANAK DENGAN ILMU. Yang dibutuhkan orang tua adalah ilmu agama dan ilmu berkomunikasi dengan anak. Pertama tanamkan akidah yang shohihah. Lalu ilmu tentang ibadah, terutama sholat dan bersuci. Lalu ilmu tentang adab yang disertai contoh dari kedua orang tuanya. Dibutuhkan juga ilmu seni berkomunikasi dengan anak. Bagaimana membangun rasa percaya diri pada anak. Bagaimana memotivasi anak agar semangat belajar. Bagaimana menumbuhkan bakat . Dan berbagai konsep-konsep dasar pendidikan anak lainnya.

Kiat kedua dalam mencetak anak Shalih :

MENDIDIK ANAK PERLU KESHALIHAN ORANGTUA. Keshalihan dan ketaqwaan orang tua adalah modal utama untuk mendapatkan keturunan yang shalih. Orangtua adalah ustadz dan ustadzah pertama bagi anak. Manakala anak melihat orangtuanya berhias akhlak mulia dan tekun beribadah, niscaya ia akan menirunya. Allah Subhanahu wa ta’ala akan menjaga keturunan orang yang shalih, walaupun ia telah meninggal dunia sekalipun.

Kiat ketiga dalam mencetak anak Shalih :

MENDIDIK ANAK PENUH KEIKHLASAN. Ikhlas merupakan ruh dari setiap amalan. Amalan tanpa keikhlasan seperti jasad yang tak bernyawa. Rawat dan didik anak anda dengan ketulusan, mengharapkan keridhaan Allah ta’ala. Dengan ketulusan aktivitas atau ibadah akan terasa ringan. Dengan keikhlasan anak mudah diatur. Dengan keikhlasan kita akan memetik buah pahala. Latih dan biasakan diri untuk ikhlas dari sekarang dan sekecil apapun perbuatan yang kita lakukan

Kiat keempat dalam mencetak anak Shalih :

MENDIDIK ANAK PERLU KESABARAN. Sabar merupakan syarat mutlak keberhasilan. Mendidik anak butuh kesabaran ekstra, sebab rentang waktu mendidik anak yang lama dan sering sekali anak berperilaku yang tidak sesuai dengan harapan kita. Contoh aplikasi kesabaran : 1) sabar membiasakan berperilaku baik terhadap anak. 2) sabar dalam menghadapi pertanyaan anak. 3) sabar menjadi pendengar yang baik. 4) sabar manakala emosi memuncak.

Kiat Kelima dalam mencetak anak Shalih :

MENDIDIK ANAK PERLU IRINGAN DO’A. Sebesar apapun usaha orangtua dalam merawat, mendidik dan mengarahkan anaknya, tapi penentu hasilnya tetaplah Allah subhanhu wa ta’ala. Hal ini menunjukkan betapa besar kekuasaan Allah. Sesekali perdengarkan do’a tersebut dihadapan anak anda agar dia memahami betapa besar harapan anda agar dia menjadi anak shalih. Do’a orang tua itu mustajab, baik do’a berupa kebaikan atau keburukan. Maka berhati-hatilah.

Sumber : Tunasilmu.com (SMS Al Furqon)