Tags

, ,

Shalat memiliki sekian banyak keutamaan-keutamaan, antara lain:

Shalat mencegah perbuatan keji dan munkar

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Bacalah Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan dirikanlah sholat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar. Dan ketahuilah mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Ankabut: 45)

Shalat adalah sebaik-baik amal setelah syahadatain (dua kalimat syahadat)

Berdasarkan hadits ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

“Amalan apakah yang paling dicintai Allah?” Rasullullah menjawab, “mengerjakan shalat pada waktunya.” Aku bertanya, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “kemudian berbakti kepada kedua orangtua.” Aku bertanya, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “ Kemudian jihad di jalan Allah” (Shahih : HR Al-Bukhari (no 527) dan Muslim (no 85 (139)) dari sahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Lafazh ini milik Muslim)

Shalat dapat mencuci dan membersihkan kesalahan-kesalahan

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

Perumpamaan shalat lima waktu itu seperti sungai yang mengalir dan penuh air di depan pintu salah seorang diantara kalian dia selalu mandi di sungai itu lima kali sehari. (Shahih : HR Muslim (no 668).

Shalat dapat menghapuskan dosa-dosa kecil

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

Shalat lima waktu, hari jum’at ke jum’at berikutnya, dan bulan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya dapat menghapuskan berbagai kesalahan (dosa kecil) yang terjadi diantara semuanya jika ia menjauhi dosa besar. (Shahih : HR Muslim (no233 (16)).

Shalat menjadi cahaya bagi pelakunya, baik di dunia maupun di akhirat

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“….. Dan shalat itu adalah cahaya….” (Shahih : HR Muslim (no 233), Ahmad (V/342,343), At-Tirmidzi (no 3517), an-Nasa’i (V/5-8), Ibnu Majah (no 280), ad-Darimi (I/167) dan selainnya. Dari Abu Malikal-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan kaki ke masjid-masjid di kegelapan malam, dengan nuur (cahaya)yang sempurna pada hari kiamat (Shahih : Abu Dawud (no 561) dan at-Tirmidzi (no 223))

Dengan shalat Allah akan meninggikan derajat dan menghapuskan kesalahan

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Tsauban radhiyallahu ‘anhu,

Engkau harus memperbanyak sujud (shalat). Sesungguhnya engkau tidak bersujud sekali saja kepada Allah, kecuali dengan sujud itu Allah akan mengangkatmu satu derajat dan menghapuskan satu kesalahan darimu. (Shahih : HR Muslim (488 (225)).

Shalat menjadi salah satu sebab masuk surgasekaligus menjadi teman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam di dalamnya

Dari Rabi’ah bin Ka’ab  al-Aslami radhiyallahu ‘anhu, ia bercerita, “Aku pernah bermalam bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu aku membawakan segelas air wudhu’ dan keperluan beliau. Beliau pun bersabda kepadaku, ‘Mintalah!’ Maka kukatakan, ‘aku minta agar aku bisa menemanimudi Surga.’ Beliau bersabda, ‘Adakah yang lain selain itu?’ Aku menjawab, ‘Hanya itu saja’ Beliau bersabda, “Bantulah aku untuk mengabulkan permintaanmu dengan bayak bersujud.” (Shahih: HR Muslim (no 489)

Berjalan menuju ke tempat shalat (masjid) akan dicatat baginya kebaikan-kebaikan, ditinggikan beberapa derajat, dan dihapuskan kesalahan-kesalahan

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Barang siapa bersuci di rumahnya kemudian berangkat ke rumah Allah (masjid) untuk menunaikan salah satu kewajiban yang diperintahkan Allah maka salah satu dari tiap-tiap dua langkkahnya akan menghapuskan kesalahan dan yang lainnya akan meninggikan derajat.” (Shahih: HR Muslim(no. 666) dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.

Barang siapa berangkat ke masjid, lalu ia mendapati orang-orang telah selesai mengerjakan shalat berjamaah, maka baginya pahala orang yang mengerjakan shalat berjamaah

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

Barang siapa wudhu’ lalu membaguskan wudhunya. Kemudian menuju masjid tapi ia mendapati orang-orang telah selesai shalat, maka Allah ‘azza wa jalla memberinya pahala orang yang shalat dan menghadirinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun.” (shahih: HR Abu Dawud (no. 558) dan an-Nasa’i (II/111). Lihat Takhrij Hidayaatur Ruwaat (II/15, no. 1103) dan shahih sunan Abu Dawud (III/99 no. 573).

Sumber : Yazid Bin Abdul Qadir Jawas – Sebaik-Baik Amal Adalah Shalat – Pustaka At-Taqwa