Tags

, ,

Ketika cinta datang menyapa,
Ikhtiar cinta pun dipertaruhkan,
Cinta karena apa yang menjadi pilihan.
Pilihan terbaik karena Allah atau diri sendiri ?

…Tidak, jika pilihan itu untuk diri sendiri.

Tiada dusta untuk mencintai Allah dan RasulNya.
Karena sejatinya, Allah-lah yang memberikan yang terbaik.
Allah Maha Kuasa dan hamba tak kuasa.
“Fa idzaa ‘azamta fatawakkal alallahu…”

Sungguh dan sungguh berat… lisan, perbuatan dan hati mengatakan serangkaian kata ini….

Ya Allah…
Hamba tidak ingin membatasi dan mempersulit diri…
Tolonglah hambaMu ini, menjadi hamba yang selalu mengingatmu, selalu bersyukur kepadaMu, selalu berdzikir kepadaMu, selalu beribadah dengan baik kepadaMu…
Qalbu hamba berkata : bahwa bagiku sulit, tapi BagiMu Ya Allah, itu adalah itu mudah…
Engkau Maha Mengetahui dan hamba tidak mengetahui…
Engkau Maha Kuasa dan hamba tidak kuasa…
Engkau mengetahui pilihan terbaik dan hamba tidak mengetahui hal-hal yang ghaib…

Ya Allah…
Jagalah hati hambaMu, agar selalu istiqomah di jalanMu.
Rabbana la tuziq qulubbana ba’da idz hadaitana wa hablana milladunka rahmah innaka antal wahab
Dekatkah qalbu hamba hanya padaMu semata…

Istikharah Cinta…
Jika keputusan itu baik untuk agamaku, kehidupanku, akhir kehidupanku dan akhiratku.
Dan ridhoilah serta anugerahkan pilihan yang terbaik menurutMu hamba jika memang ini yang terbaik…

Sesudah kesulitan pasti ada kemudahan…
Dan sesudah kesulitan pasti ada kemudahan…

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu[246]. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”
(Q.S. Ali Imran : 159)

[246]. Maksudnya: urusan peperangan dan hal-hal duniawiyah lainnya, seperti urusan politik, ekonomi, kemasyarakatan dan lain-lainnya.

Hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dari Jabir ra, ia menuturkan: Rasulullah mengajarkan kepada kami istikharah dalam segala perkara sebagaimana beliau mengajarkan surat al-Qur-an :

“Jika salah seorang dari kalian menghendaki suatu perkara, maka shalatlah dua rakaat dari selain shalat fardhu, kemudian hendaklah mengucapkan: ‘Ya Allah, aku beristikharah kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku meminta penilaian-Mu dengan kemampuan-Mu dan aku meminta kepada-Mu dari karunia-Mu yang sangat besar. Sesungguhnya Engkau kuasa sedangkan aku tidak kuasa, Engkau mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui, dan Engkau Maha mengetahui perkara-perkara yang ghaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui perkara ini lebih baik bagiku dalam urusan agamaku, kehidupanku, dan kesudahan urusanku -atau urusan dunia dan akhiratku-, maka putuskanlah dan mudahkanlah urusan ini untukku, kemudian berkahilah untukku di dalamnya. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa itu buruk bagiku, baik dalam urusan agamaku, kehidupanku maupun kesudahan urusanku -atau urusan dunia dan akhiratku- maka palingkanlah ia dariku dan palingkanlah aku darinya serta putuskanlah yang terbaik untukku di mana pun berada, kemudian ridhailah aku dengannya.’ Dan hendaklah is menyebutkan hajatnya.”
(HR. Bukhari, At-Tirmidzi, An-Nasai dan lainnya)

Sungguh berat mengatakan serangkaian kata ini.
Proses panjang istikharah, qiyamul lail (tahajud), dan musyawarah internal dan eksternal.
Ya Allah, sungguh tidak bermaksud hamba untuk mendzalimi makhlukMu, dan memungkiri keshalihannya.

Jika Cinta yang disapa dan menyapa,
bertanya jawab tentang penjelasan…
maka kucukupkan Allah yang menjawab…
Dan sungguh kebenaran itu datangnya dari Allah saja…

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Q.S. Al Baqarah : 216)

Lantunan barisan Do’a Cinta yang disapa karena Cinta Nya karena Allah semata.
Afwan, semoga Cinta yang datang menyapa dan disapa,
mendapatkan yang terbaik menurut Allah…
Amin Ya Rabbal Alamin…

Salam Cinta Nurillahi
untuk mendapatkan yang terbaik karena Allah.

Aamiin Ya Rabbal Alamiin…

Facebook – Ya Allah Ijinkan Hamba Menggelar Sajadah Bersamanya